Kebakaran, Mata Pencaharian, Dan Kerusakan Lingkungan Pada Lahan Basah Di Indonesia: Lingkaran Yang Tiada Berujung Pangkal.

TitleKebakaran, Mata Pencaharian, Dan Kerusakan Lingkungan Pada Lahan Basah Di Indonesia: Lingkaran Yang Tiada Berujung Pangkal.
Publication TypeResearch Brief
AuthorsChokkalingam U, Suyanto S
ContactAuthorasb@cgiar.org, u.chokkalingam@cgiar.org
Secondary TitleFire Brief
PublisherCIFOR
Year of Publication2004
Number4
Pagination4
Date PublishedOctober 2004
Publication LanguageIndonesian
AbstractIndonesia memiliki kawasan gambut dan lahan basah air tawar yang sangat luas, yaitu sekitar 19 juta hektar atau 10 persen dari luas wilayah Negara1. Delapan puluh sembilan persen diantaranya berupa lahan gambut, yang sebagian besar terletak di Papua Barat, Sumatra dan Kalimantan. Lahan-lahan basah tropis ini secara alami tertutup rapat oleh vegetasi hutan dan seringkali memiliki jenis-jenis kayu bernilai tinggi (namun pembalakan yang dilakukan di areal gambut tidak lestari). Hutan-hutan ini memainkan peranan penting sebagai tempat penyimpan karbon, konservasi keanekaragaman hayati, dan sebagai pengatur hidrologi. Hutan-hutan ini juga berfungsi sebagai tempat pemuliaan untuk ikan-ikan yang dipasarkan di dalam negeri maupun untuk ekspor. Banyak orang yang bergantung kepada lahan-lahan basah ini untuk mendukung kehidupannya, umumnya dalam kegiatan perikanan, pembalakan dan pertanian.
KeywordsEl Nino, Fire, fire causes, fire prevention, forest fires, livelihoods, wetlands
URLhttp://www.cifor.cgiar.org/publications/pdf_files/firebrief/FireBrief0404.pdf
Translated TitleFires, Livelihood, And Environmental Damage The Wetlands In Indonesia: a vicious Jetty.
Citation Key 669