<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><xml><records><record><source-app name="Biblio" version="6.x">Drupal-Biblio</source-app><ref-type>6</ref-type><contributors><authors><author><style face="normal" font="default" size="100%">F Agus</style></author><author><style face="normal" font="default" size="100%">van Noordwijk, M</style></author></authors><secondary-authors><author><style face="normal" font="default" size="100%">asb@cgiar.org</style></author></secondary-authors></contributors><titles><title><style face="normal" font="default" size="100%">Dampak Hidrologis Hutan, Agroforestri, Dan Pertanian Lahan Kering Sebagai Dasar Pemberian Imbalan Kepada Penghasil Jasa Lingkungan Di Indonesia.</style></title><translated-title><style face="normal" font="default" size="100%">Hydrological Impacts of Forest, Agroforestry, Dryland Agriculture And as the Basis for Providing Benefits To Produce Environmental Services in Indonesia.</style></translated-title></titles><keywords><keyword><style  face="normal" font="default" size="100%">agroforestri</style></keyword><keyword><style  face="normal" font="default" size="100%">Danau Singkarak</style></keyword><keyword><style  face="normal" font="default" size="100%">hidrologi hutan</style></keyword><keyword><style  face="normal" font="default" size="100%">imbalan jasa lingkungan</style></keyword><keyword><style  face="normal" font="default" size="100%">pengelolaan sumber daya air</style></keyword></keywords><dates><year><style  face="normal" font="default" size="100%">2005</style></year></dates><urls><web-urls><url><style face="normal" font="default" size="100%">http://www.worldagroforestry.org/sea/publication?do=view_pub_detail&pub_no=BK0084-05</style></url></web-urls></urls><publisher><style face="normal" font="default" size="100%">World Agroforestry Centre - ICRAF, SEA Regional Office, RUPES and ASB-Indonesia</style></publisher><pub-location><style face="normal" font="default" size="100%">Bogor, Indonesia</style></pub-location><pages><style face="normal" font="default" size="100%">149</style></pages><isbn><style face="normal" font="default" size="100%">979-3198-20-6</style></isbn><language><style face="normal" font="default" size="100%">Indonesian</style></language><abstract><style face="normal" font="default" size="100%">Fungsi daerah aliran sungai (DAS) dan bagaimana fungsi tersebut dipengaruhi oleh 'pembangunan' banyak diperdebatkan serta menjadi perhatian berbagai pihak. Namun sesungguhnya, banyak cara yang dapat ditempuh untuk memecahkan masalah-masalah tersebut yaitu melalui kombinasi hutan, agroforestry, dan pertanian lahan kering. Persepsi yang sama (kriteria dan indikator) tentang masalah yang akan dipecahkan perlu dimiliki. Sebagai contoh, pendekatan GNRHL, di satu sisi bertujuan untuk mengamankan lingkungan, tetapi bila tidak dilaksanakan dengan benar bahkan dapat menyia-nyiakan peluang partisipasi penduduk lokal. Untuk mendukung pengelolaan lahan dapat dilakukan dengan menanam pohon yang dapat memberikan keuntungan bagi penduduk lokal dan sekaligus dapat mencapai tujuan nasional berupa pengamanan lingkungan. Perlu dipastikan agar pihak lain di luar masyarakat penghasil jasa dapat memberikan pengakuan dan penghargaan secara transparan, efektif dan memihak kepada petani miskin.</style></abstract><call-num><style face="normal" font="default" size="100%">BK0084-05</style></call-num></record></records></xml>